AHLUSSUNAH WAL JAMA’AH

A. Pendahuluan

Islam sebagai agama terakhir yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW dalam sejarah perkembangannya pada zaman Rosulullah SAW. Relatif tidak mengalami goncangan dan pertentangan, hal ini disebabkan segala persoalan, perbedaan pandangan terhadap suatu masalah, dapat langsung dinyatakan kepada nabi dan para sahabat pun dengan rela menerima keputusan nabi.

Setelah Rosulullah SAW wafat, bibit-bibit perbedaan pendapat itu mulai nampak, terjadi tarik menarik yang cukup kuat antara kaum muhajirin dan ansor tentang siapa yang sebenarnya berhak menjadi pengganti beliau selaku kepala negara (bukan pengganti nabi atau rosul) sehingga pemakaman nabi menjadi persoalan kedua bagi mereka.

Akan tetapi sejarah meriwayatkan bahwa Abu Bakar ‘Assyidiq yang disetujui masyarakat muslim menjadi kholifah menyusul kemudian Umar bin Khottob, Usman bin Affan ndan Ali bin Abi Tholib. Pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar bin Khottob perbedaan faham yang menjurus pada sparatisme (penolakan kepada pemerintah yang sah) relative dapat diminimalisir. Dan agak aneh kiranya bahwa persoalan yang pertama-tama timbul munculnya perbedaan faham itu justru permasalahan politik.

Ahli sejarah menggambarkan bahwa kholifah ketiga Usman bin Affan sebagai seorang yang lemah dan tak sanggup menentang ambisi keluarganya (kroninya) yang kaya dan berpengaruh. Ia mengangkatnya menjadi gubenur-gubenur di daerah menggantikan gubenur-gubenur yang diangkat oleh Umar bin Khottob yang terkenal sebagai orang yang kuat dan ti dak memikirkan keluarga.

Perasaan tidak puas bermunculan dan menangguk di air keruh untuk menggoyang pemerintahan Usman. Perkembangan selanjutnya membawa pada pembunuhan Usman oleh pemuka-pemuka pemberontak.
Setelah Usman lengser, Ali bin Abi Tholib sebagai calon kuat menjadi kholifah keempat tetapi ia segera mendapat tantangan dan goyangan dari pesaing-pesaing beratnya yang ingin pula menjadi kholifah, terutama Tholhah bin Zubair yang mendapat sokongan dari Aisyah. Tantangan dari Tholhah dan Aisyah dapat dipatahkan oleh Ali bin Abi Tholib dalam pertempuran yang terjadi di irak 656 M.

Tantangan kedua dari Muawiyah gubenur damaskus (keluarga Usman) ia mengajukan tuntutan kepada Ali agar mengusut dan menghukum pembunuh Usman bahkan ia menuduh Ali turut campur dalam pembunuhan itu. Peperangan diantara keduanya tidak dapat dihindarkan, terjadi di Syifin (perang syiffin). Tentara Ali dapat mendesak tentara Muawiyah dan hampir dapat mengalahkannya. Amr bin Ash (tangan kanan Muawiyah) dengan mengangkat Al Qur’an di atas pedang meminta berdamai (jeda kemanusiaan) untuk melakukan serangkaian dialog dan perundingan bertemulah dua delegasi dalam satu meja perundingan, pihak Ali diwakili oleh Musa Al Asy’ari dan pihak Muawiyah diwakili oleh Amr bin Ash. Disinilah kelicikan Amr bin Ash mengalahkan perasaan taqwa Abu Musa Al Asy’ari.

Sejarah mencatat keduanya terjadi pemufakatan penjatuhan kedua pemuka yang bertentangan setelah Abu Musa mengemukakan kejatuhan Ali di forum, Amr bin Ash belok arah dan hanya menyetujui penjatuhan Ali dan menolak penjatuhan Muawiyah.

Berawal dari persoalan politik inilah muncul perbedaan faham yang amat tajam:

1. Timbul persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir, siapa yang keluar dari Islam dan siapa yang tetap dalam Islam, dan bagaimana status Islam yang berdosa.

2. Muncul faham Syi’ah (golongan pro Ali), Khawarij (golongan yang memusuhi Ali), Murji’ah (golongan penengah yang tidak mau terlibat politik) selanjutnya muncul Kodariyah, Jabariyah, Mu’tazilah, dan Ahlussunah Wal Jama’ah.

3. Sedangkan Ahlussunah Waljama’ah baru popular pada abad ketiga hijriyah. Hal yang menjadi pemicu lahirnya Ahlussunah Wal Jama’ah sebagai gerakan dalam komunitas Islam adalah terjadi pertengkaran, penyelewengan atau penyimpangan yang serius dikalangan umat Islam dalam bidang Aqidah, Syari’ah maupun politik dan filsafat.

B. Pengertian dan dalil Ahlussunah Wal Jama’ah

sumber : Materi MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU-IPPNU Pringsewu.

Posted on Januari 15, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: