Air Mata Umat Yang Tafakur ; Kisah Teladan

Jika tiba hari kiamat, keluarlah gumpalan api dari neraka jahannam. Bergulung gulung api menggulung sebesar gunung melumat apa saja yang dilandanya. Api itu meluncur kearah umat Muhammad saw. Rasulullah berusaha menolaknya, namun tak mampu. Terlalu besar gunung api itu. Maka Rasululloh lalu memanggil malaikat Jibril memberitahukan hal itu.

“hai Jibril, gunung api ini benar-benar akan menuju umatku dan membakar mereka,” katanya.

Mendengar itu, Jibril lalu pergi mengambil segelas air. Diberikannya air itu kepada Rasululloh dan berkata, “Ya Rasululloh, ambilah air ini dan percikan ke api itu.”

Rasululloh lalu menerima air itu dan memercikannya ke gumpalan api yang membara. Seketika itu juga api menjadi padam. Sehingga membuat heran Rasululloh. Belum ada percikan air bisa memadamkan gunung api sebesar itu.

“Hai Jibril, air apakah itu bisa memadamkan api?” Tanya Rasululloh.
“air ini tiada lain adalah air mata ummatmu,” jawab Jibril.
“air mata umatku?” Tanya Rasulullah tak percaya.
“Ya. Air mata umatmu yang menangis karena tafakur dan takut kepada Allah Ta’ala dalam ruangan seorang diri. Tuhan telah memerintahkan aku untuk menampungnya dan menjaganya sampai saat kau membutuhkannya untuk memadamkan api yang menuju kearah umatmu,” jawab Jibril.

Sumber :

Buku : Mengenal Akidah Dan Akhlak, untuk kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah
Penerbit : PT PUTRATAMA BINTANG TIMUR, Surabaya
Percetakan : PT Tiga serangkai pustaka mandiri

Posted on Juli 1, 2012, in kisah teladan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: