Hadiah buat penghasut ; Kisah Teladan

“berbuatlah baik kepada orang yang berbudi baik, karena orang yang berbuat jahat akan binasa oleh kejahatannya sendiri,” begitu pesan seorang si saleh kepada raja. Tetapi ketika sisaleh baru saja meninggalkan raja, datanglah penghasut (orang pendengki) berkata kepada raja.
“tahukah tuan apa yang dikatakan orang tadi?”
“tahu, nasihat agar aku berbuat baik serta peringatan bahwa orang jahat akan binasa karena kejahatannya sendiri,” jawab raja.
“dia tadi berkata begitu kepada raja. Kepadaku dia berbisik, mulut raja berbau tak sedap. Kalau tak percaya duduklah didekatnya, dia akan menutup hidungnya,” kata penghasut. Raja pun mulai terpengaruh hasutan itu.

Suatu hari raja mengundang si saleh datang ke istananya. “duduklah di dekat ku,”kata raja. Ketika mendekat, si shaleh itu benar benar menutup mulutnya.
“benar juga kata penghasut. Orang ini menghinaku,” demikian raja berkata dalam hatinya.
Tanpa banyak bicara raja lalu mengambil secarik kertas dan menulis dengan tangannya sendiri.
Setelah memasukan dalam sampul dan menutupnya rapat rapat, raja bertitah kepada si saleh,
“bawalah surat ini kepada amilku.”
“baik raja” jawabnya terus meninggalkan istana.
Belum sampai surat di sampaikan ke amil, penghasut mencegatnya.
“Apa yang kau bawa itu?”
“surat yang di tulis raja sendiri,” jawabnya.
“untuk siapa?”
“agar diserahkan kepada amil,”jawabnya.
“biarlah aku yang menyerahkan,” kata penghasut memaksa meminta surat itu. Tanpa banyak cingcong, surat itupun diserahkan. Dengan suka cita, penghasut menyerahkan surat itu sendiri kepada amil, sebab biasanya , surat yang ditulis raja sendiri berisi pemberian hadiah yang berharga. Itulah maksud hati penghasut.
Dengan tenang surat itu lalu dibukanya.
“segera lepas bajumu!” perintahnya.
“lho, aku mau diapakan?” kata penghasut.
“dalam surat ini, raja memerintahkan kepadaku untuk menghukum si pembawa surat ini dengan cambukan lima belas kali dipunggungnya. Kemudian aku diperintahkan untuk menyerahkan baju yang berlumuran darah itu kepada raja sebagai bukti” jawabnya.
“tetapi sebenarnya surat itu bukan aku yang harus menyerahkan” kata penghasut membela diri. Ia memberontak untuk di cambuk.
“sudahlah jangan membantah, perintah raja harus dilaksanakan.” Tanpa banyak cingcong punggung si penghasut itu dicambuk 15 kali hingga pingsan.
Ketika suatu hari si saleh datang menghadap, raja keheranan. Mengapa masih tampak segar bugar.
“sudah kau laksanakan perintahku?”
“sudah, tetapi ditengah jalan surat itu diminta orang. Ya saya serahkan,” jawab si shaleh.
“mengapa ketika berbicara di dekatku dulu, kau menutup mulut?”. Waktu itu aku baru saja di undang makan dirumah orang itu dengan makanan yang banyak bawang putihnya. Agar bau mulutku yang tak sedap tak tercium raja, maka aku tutup,” jawabnya.
“jadi bukan karena kau menganggap mulutku yanga bau?”
“sama sekali tidak raja”
“benar juga nasehatmu dulu. Orang yang berhati jahat dan penghasut akan binasa karena perbuatannya sendiri,” kata raja.

Sumber :

Buku : Mengenal Akidah Dan Akhlak, untuk kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah
Penerbit : PT PUTRATAMA BINTANG TIMUR, Surabaya
Percetakan : PT Tiga serangkai pustaka mandiri

Posted on Juli 1, 2012, in kisah teladan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: