Si Pemerah Susu ; Kisah Teladan

Pada suatu hari, ada seorang gadis kecil membawa wadah untuk menampung susu kambing. Ia mengeluh karena pekerjaan itu terlalu berat baginya. “orang yang selalu membantu memerah susu itu tidak datang lagi, wahai ibu!” katanya. “kalau ia datang. Ia akan membantu kita memerah susu”. “sudahlah, kita kerjakan sendiri saja”, kata ibu anak itu.

Ada orang yang mengetuk rumah itu. “assalamualaikum!” orang itu bersalam. “waalaikum salam!” seru gadis itu seraya berlari ke pintu rumahnya. Laki-laki si pemerah susu itulah yang datang. “mari kuperahkan susu kambingmu, nak” kata laki-laki itu.
Si gadis kecil melonjak gembira. Si pemerah susu itu datang lagi. Selama beberapa hari ini ia tidak datang. “ibu, pemerah susu itu datang lagi!” seru gadis kecil itu. Ibunya bergegas keluar. Ia terkejut melihat pemerah susu itu.
“celaka anakku!” serunya. “kau tidak tahu siapa tamu ini!” “dia pemerah susu yang selalu membantu kita, ibu!” “dia orang yang mulia anakku. Dialah khalifah abu bakar!”
Memang benar, orang itu adalah khalifah abu bakar. Dialah kepala Negara dan pemimpin umat islam. Dialah yang dulu selalu memerah susu dan memasak gandum untuk membantu para janda tua dan anak yatim.
“ya…….amirul mukminin!” kata ibu anak itu. “maafkan anak perempuan saya. Dia tidak tahu siapa tuan…” “biarkanlah” kata khalifah sambil tersenyum. “anak itu telah menggambarkan aku dengan amalku yang paling disukai Allah”.
Gadis kecil itu ketakutan. Dalam angannya, si pemerah susu yang selalu membantunya itu sekarang menjadi khalifah. “mari nak, ku perahkan susu kambingmu!” kata khalifah abu bakar.

Khalifah abu bakar benar benar memerahkan susu kambing dirumah itu. Lalu, ia pergi kerumah lainnya. Dan ke rumah anak-anak yatim untuk memasakkan gandum. Khalifah selalu melakukan hal itu meskipun beliau telah menjadi kepala Negara dan pemimpin ummat islam.

Sumber :
Buku: mengenal sejarah kebudayaan islam, untuk kelas 6 madrasah ibtidaiyah.
Penerbit : PT. Putratama Bintang timur, Surabaya. 2004.

Posted on Juli 11, 2012, in kisah teladan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: